Fenomena
December 22nd, 2006 by permanathegreatFENOMENA
Anda pernah mendengar, atau melihat tentang fenomena alam yang dihubungkan langsung dengan suatu agama/kepercayan, misalnya ada orang dinamisme yang mengaku melihat pohon yang dia sembah mengeluarkan segepok uang? Atau penganut totemisme yang mengaku bahwa buaya yang dia sembah mampu menyembuhkan penyakit yang dideritanya?
Baru-baru ini saya mendengar dan melihat bahwa semburan api dari pipa gas Lapindo yang bocor membentuk kata Allah dalam bahasa Arab. Mungkin anda juga pernah melihat dan mendengar tentang gelombang tsunami di Aceh yang membentuk kata Allah juga. Contoh lain seperti sederetan pohon yang membentuk lafal syahadat, pohon yang membentuk orang sedang ruku’, dll (saya punya banyak gambar-gambar seperti itu di komputer).
Orang yang skeptis, sekuler atau atheis pasti langsung berkata bahwa hal itu hanya interpretasi berlebihan dari orang yang mencari pembenaran agamanya. Orang yang fanatisme buta pasti langsung membenarkan adanya fenomena tersebut tanpa mengecek ulang apakah fenomena tersebut benar adanya. Ataukah hanya tipuan gambar, atau cuma interpretasi berlebihan?
Sebagai orang yang terpelajar (saya yakin para pengakses internet adalah orang-orang terpelajar), seharusnya kita tidak reaktif menyikapi suatu fenomena, apalagi fenomena tersebut terkait dengan agama yang kita anut. Sebaiknya lakukan pengecekan ulang terhadap hal-hal tersebut, apakah benar atau hanya sekadar tipu daya. Salah satu contohnya adalah tentang fenomena seorang anak di Jordania yang dikutuk jadi hewan jelek karena membanting Al-Quran yang sedang dibaca ibunya. Setelah ditelusuri lebih mendalam, ternyata berita tersebut (yang sudah menyebar luas lewat internet disertai fotonya juga) tak lebih dari sekadar hoax. Entah siapa yang iseng menyebarkan berita tersebut dan apa motivasinya?
Terlepas dari semua itu, apakah hal-hal tersebut termasuk bukti-bukti kebesaran Allah (ayat kauniyah)? Kalau peristiwa-peristiwa alamnya saya percaya itu termasuk ayat kauniyah karena pasti didalamnya terdapat suatu desain tanpa cacat yang menakjubkan. Tapi kalau gambaran-gambaran yang multi interpretatif itu? Saya kira kok kita perlu menengok ulang ke kitab suci untuk memastikannya.
Apakah dulu nabi pernah mengajarkan demikian? Dalam sirah disebutkan beberapa mukjizat nabi seperti membelah bulan, makanan yang tak habis-habis, maupun Isra- Mi’raj. Tapi mukjizat utama Nabi Muhammad adalah Al-Quran itu sendiri, kitab suci kita. Mengapa Al-Quran disebut mukjizat terbesar? Karena isinya sangat sesuai dengan fitrah manusia. Al-Quran mengajak manusia untuk memahami keberadaan dan keagungan Allah dengan akalnya yang terbatas. Kita beriman kepada Allah itu dengan akal, pikiran dan hati yang jernih, bukan dengan prasangka yang multi interpretatif. Saya tidak menafikan hal-hal luar biasa seperti yang disebutkan diatas sebagai penguat iman, tapi jika hal tersebut dijadikan punggawa alias bukti utama (alasan utama) kita beriman maka saya khawatir kita mudah tertipu oleh hal-hal serupa yang bersifat berlawanan.
Anda pernah mendengar tentang patung Budha yang memancarkan cahaya, atau patung Bunda Maria yang meneteskan air mata madu? Coba tanyakan kepada para penganut agama tersebut tentang hal itu. Pasti mereka akan berkata bahwa itulah penguat iman mereka sekaligus bukti kebenaran agama mereka. Padahal kita tahu pasti, iman mereka tidak benar dan sangat lemah. Ada contoh lain seperti seseorang yang sembuh dari sakit setelah wajahnya didekati simbol agama tertentu. Apakah lantas anda mempercayai kebenaran agama tersebut? Ingin contoh yang lebih aneh?! Suatu ketika David Copperfield datang ke rumah anda kemudian menyulap sebuah mobil mewah untuk anda. Mobil itu boleh anda miliki dengan syarat anda harus menyembah David Copperfield dan menjadi pengikutnya. Karena terkagum-kagum dengan kehebatan si David anda pun percaya dan setuju untuk menjadi pengikut David Copperfield. Konyol bukan…
Ingatlah mas dan mbak sekalian, diluar sana banyak sekali yang namanya setan penggoda yang siap menjerumuskan kita ke jurang kesesatan, salah satunya ya dengan hal-hal mistis seperti itu. Jika fenomena itu seperti kokohnya masjid ditengah gempa bumi dahsyat yang memorakporandakan bangunan disekitarnya saya percaya betul. Tapi kalau api Lapindo? Orang Jawa bilang itu seperti othak-athik gathuk. Dicari-cari kemiripannya kemudian dicocok-cocokkan. Kalau cuma seperti itu orang geologi ahlinya. Ketika analisis seismik bisa jadi layer yang di trace menampakkan suatu bentuk aneh yang bisa saya interpretasikan seenak hati. ”Wah, ini kayaknya seperti gambar orang sujud, tak pasang di internet ah! Biar heboh kuberi komentar yang bombastis.”(tapi tidak semua ahli geologi seperti itu lho…)
Ayat-ayat kauniyah itu membuktikannya dengan sains, bukan dengan prasangka. Kemajuan ilmu pengetahuan semakin membuktikan kebenaran AL-Quran dan kekuasaan Allah. Gunakanlah ilmu yang kita miliki untuk menguatkan iman kita kepada Allah dan menebarkan rahmat bagi semesta alam. Jadikanlah akal dan hati yang lurus sebagai punggawa keimanan kita, bukan dengan fenomena-fenomena yang berbau mistis bin subjektif multi interpretastif. Kelebihan manusia dibandingkan makhluk lainnya adalah ketika dia mampu mengimani Tuhannya dengan kemampuan pikirannya yang terbatas.
NB:
Maaf kalau ada beberapa pihak yang merasa terserang. Agung berkata, buatlah tulisan yang kontroversial agar banyak orang yang membaca dan berkomentar he he… Mohon maaf kalau analisisnya dangkal, namanya juga blog :)…Matur nuwun kersa maos. Grazie…
Bantul, December 22nd , 2006
11.03 PM