Fenomena

December 22nd, 2006 by permanathegreat

FENOMENA

Anda pernah mendengar, atau melihat tentang fenomena alam yang dihubungkan langsung dengan suatu agama/kepercayan, misalnya ada orang dinamisme yang mengaku melihat pohon yang dia sembah mengeluarkan segepok uang? Atau penganut totemisme yang mengaku bahwa buaya yang dia sembah mampu menyembuhkan penyakit yang dideritanya?

Baru-baru ini saya mendengar dan melihat bahwa semburan api dari pipa gas Lapindo yang bocor membentuk kata Allah dalam bahasa Arab. Mungkin anda juga pernah melihat dan mendengar tentang gelombang tsunami di Aceh yang membentuk kata Allah juga. Contoh lain seperti sederetan pohon yang membentuk lafal syahadat, pohon yang membentuk orang sedang ruku’, dll (saya punya banyak gambar-gambar seperti itu di komputer).

Orang yang skeptis, sekuler atau atheis pasti langsung berkata bahwa hal itu hanya interpretasi berlebihan dari orang yang mencari pembenaran agamanya. Orang yang fanatisme buta pasti langsung membenarkan adanya fenomena tersebut tanpa mengecek ulang apakah fenomena tersebut benar adanya. Ataukah hanya tipuan gambar, atau cuma interpretasi berlebihan?

Sebagai orang yang terpelajar (saya yakin para pengakses internet adalah orang-orang terpelajar), seharusnya kita tidak reaktif menyikapi suatu fenomena, apalagi fenomena tersebut terkait dengan agama yang kita anut. Sebaiknya lakukan pengecekan ulang terhadap hal-hal tersebut, apakah benar atau hanya sekadar tipu daya. Salah satu contohnya adalah tentang fenomena seorang anak di Jordania yang dikutuk jadi hewan jelek karena membanting Al-Quran yang sedang dibaca ibunya. Setelah ditelusuri lebih mendalam, ternyata berita tersebut (yang sudah menyebar luas lewat internet disertai fotonya juga) tak lebih dari sekadar hoax. Entah siapa yang iseng menyebarkan berita tersebut dan apa motivasinya?

Terlepas dari semua itu, apakah hal-hal tersebut termasuk bukti-bukti kebesaran Allah (ayat kauniyah)? Kalau peristiwa-peristiwa alamnya saya percaya itu termasuk ayat kauniyah karena pasti didalamnya terdapat suatu desain tanpa cacat yang menakjubkan. Tapi kalau gambaran-gambaran yang multi interpretatif itu? Saya kira kok kita perlu menengok ulang ke kitab suci untuk memastikannya.

Apakah dulu nabi pernah mengajarkan demikian? Dalam sirah disebutkan beberapa mukjizat nabi seperti membelah bulan, makanan yang tak habis-habis, maupun Isra- Mi’raj. Tapi mukjizat utama Nabi Muhammad adalah Al-Quran itu sendiri, kitab suci kita. Mengapa Al-Quran disebut mukjizat terbesar? Karena isinya sangat sesuai dengan fitrah manusia. Al-Quran mengajak manusia untuk memahami keberadaan dan keagungan Allah dengan akalnya yang terbatas. Kita beriman kepada Allah itu dengan akal, pikiran dan hati yang jernih, bukan dengan prasangka yang multi interpretatif. Saya tidak menafikan hal-hal luar biasa seperti yang disebutkan diatas sebagai penguat iman, tapi jika hal tersebut dijadikan punggawa alias bukti utama (alasan utama) kita beriman maka saya khawatir kita mudah tertipu oleh hal-hal serupa yang bersifat berlawanan.

Anda pernah mendengar tentang patung Budha yang memancarkan cahaya, atau patung Bunda Maria yang meneteskan air mata madu? Coba tanyakan kepada para penganut agama tersebut tentang hal itu. Pasti mereka akan berkata bahwa itulah penguat iman mereka sekaligus bukti kebenaran agama mereka. Padahal kita tahu pasti, iman mereka tidak benar dan sangat lemah. Ada contoh lain seperti seseorang yang sembuh dari sakit setelah wajahnya didekati simbol agama tertentu. Apakah lantas anda mempercayai kebenaran agama tersebut? Ingin contoh yang lebih aneh?! Suatu ketika David Copperfield datang ke rumah anda kemudian menyulap sebuah mobil mewah untuk anda. Mobil itu boleh anda miliki dengan syarat anda harus menyembah David Copperfield dan menjadi pengikutnya. Karena terkagum-kagum dengan kehebatan si David anda pun percaya dan setuju untuk menjadi pengikut David Copperfield. Konyol bukan…

Ingatlah mas dan mbak sekalian, diluar sana banyak sekali yang namanya setan penggoda yang siap menjerumuskan kita ke jurang kesesatan, salah satunya ya dengan hal-hal mistis seperti itu. Jika fenomena itu seperti kokohnya masjid ditengah gempa bumi dahsyat yang memorakporandakan bangunan disekitarnya saya percaya betul. Tapi kalau api Lapindo? Orang Jawa bilang itu seperti othak-athik gathuk. Dicari-cari kemiripannya kemudian dicocok-cocokkan. Kalau cuma seperti itu orang geologi ahlinya. Ketika analisis seismik bisa jadi layer yang di trace menampakkan suatu bentuk aneh yang bisa saya interpretasikan seenak hati. ”Wah, ini kayaknya seperti gambar orang sujud, tak pasang di internet ah! Biar heboh kuberi komentar yang bombastis.”(tapi tidak semua ahli geologi seperti itu lho…)

Ayat-ayat kauniyah itu membuktikannya dengan sains, bukan dengan prasangka. Kemajuan ilmu pengetahuan semakin membuktikan kebenaran AL-Quran dan kekuasaan Allah. Gunakanlah ilmu yang kita miliki untuk menguatkan iman kita kepada Allah dan menebarkan rahmat bagi semesta alam. Jadikanlah akal dan hati yang lurus sebagai punggawa keimanan kita, bukan dengan fenomena-fenomena yang berbau mistis bin subjektif multi interpretastif. Kelebihan manusia dibandingkan makhluk lainnya adalah ketika dia mampu mengimani Tuhannya dengan kemampuan pikirannya yang terbatas.

NB:

Maaf kalau ada beberapa pihak yang merasa terserang. Agung berkata, buatlah tulisan yang kontroversial agar banyak orang yang membaca dan berkomentar he he… Mohon maaf kalau analisisnya dangkal, namanya juga blog :)…Matur nuwun kersa maos. Grazie…

Bantul, December 22nd , 2006

11.03 PM

Dari Teman

December 22nd, 2006 by permanathegreat

Daripada blog ini stagnan karena jarang di update oleh pemiliknya, lebih baik saya tampilkan tulisan salah seorang rekan. Selamat membaca:

Menghilangkan Kesalahan Logika dalam Diskusi Kita

Kita sebagai seorang muslim diperintahkan untuk berdiskusi dengan cara yang paling baik. Cara yang paling baik itu tentu saja tidak hanya meliputi bahasa yang halus, akhlaq yang mulia, serta pembawaan / presentasi yang menarik, namun juga harus benar. Seringkali dalam berdiskusi atau menyanggah lawan kita, kita melakukan beberapa kesalahan logika. Tentu saja, bukan hal yang baik jika kita mengajak orang kepada kebaikan tetapi dengan cara yang tidak baik. Tujuannya harus benar, caranya pun juga harus benar. Selain ikhlas, ada ‘ilmu. Yang pertama, kita mengetahui dengan benar apa yang akan disampaikan. Yang kedua, menyampaikannya pun juga harus benar. Kesalahan logika adalah sebuah indikasi bahwa kita sendiri sebagai penyampai ide tidak benar-benar paham terhadap ide yang kita bawa, sehingga kita kemudian melakukan kesalahan logika untuk membela pendapat kita. Mungkin kita paham, tetapi secara tidak sengaja menganggap kesalahan logika itu sebagai sebuah kebaikan dalam berdiskusi.

Untuk itulah, maka saya akan mencoba menyampaikan beberapa kesalahan logika yang sering sekali kita pakai ketika kita berdiskusi atau menyampaikan pendapat. Bahkan saya sendiri juga tanpa sadar juga melakukannya. Bahkan, mungkin saja tulisan ini juga tidak luput dari kesalahan logika. Yang akan dibahas di sini bukan semua jenis kesalahan logika, namun beberapa kesalahan logika saja yang ternyata sangat sering kita gunakan. Saya akan mencoba menghadirkan contoh-contoh yang cukup dekat dengan dunia kita, jika itu memungkinkan. Perlu diingat, benar tidaknya ide yang dibawa contoh-contoh tersebut bukan termasuk dalam pembahasan tulisan ini. Namun, yang dibahas adalah cara membawakan ide tersebut.

- Kesalahan-kesalahan Pengalihan

1. Dilema yang salah

Dua pilihan diberikan, padahal sebenarnya ada lebih dari itu.

"Bersama saya atau bersama teroris" (ada orang yang tidak sepakat dengan Anda tapi bukan teroris)

"Kalo nggak liqo’ ya pasti futur" (ada banyak kasus orang yang tidak liqo’ tapi juga tidak futur)

"Kalo nggak ikut pilkada, ya nggak dapat apa-apa" (ada kemungkinan tidak ikut pilkada tapi dapat apa-apa)

2. Argumen Pengabaian

Asumsi bahwa sesuatu yang tidak dapat dibuktikan kesalahannya, maka itu benar.

"Anda tidak dapat membuktikan kalo Allah itu tidak ada, karena itu Allah ada"

"Jin itu ada, soalnya tidak cukup bukti untuk menyatakan jin itu tidak ada"

Ada dua kata pamungkas yang sering dipakai ulama jaman dahulu yang seharusnya juga kita pakai dalam hal ini, yaitu "Saya tidak tahu". Jika tidak cukup bukti untuk menyatakan sesuatu salah, belum tentu sesuatu itu salah. Sesuatu itu bisa benar, bisa salah, tapi kita tidak tahu.

3. Lereng licin (Slippery Slope)

Untuk menunjukkan suatu hal tidak dapat diterima, serangkaian kejadian dengan intensitas yang semakin tinggi dan tidak dapat diterima dikatakan mengikuti kejadian tersebut.

"Jangan pernah berjudi. Begitu anda berjudi, maka akan sulit untuk berhenti. Setelah itu anda akan menghabiskan uang anda untuk berjudi, dan lama kelamaan anda akan menjadi penjahat supaya bisa tetap berjudi."

"Jangan pernah pacaran. Pertama sih awalnya cuma saling lirak-lirik. Kemudian jadi saling memandang mesra. Kemudian saling pegangan tangan. Kemudian cipika-cipiki, Dan kemudian akhirnya berzina"

Belum tentu berjudi serta merta akan membuat seseorang menjadi penjahat. Belum tentu pacaran akan selalu membuat orang berzina. Belum tentu kejadian A akan selalu sampai pada kejadian Z.

4. Pertanyaan Kompleks

Dua hal yang tidak berhubungan digabung dan diperlakukan sebagai sebuah pernyataan. Orang disuruh untuk menyetujui keduanya atau menolak keduanya, padahal kenyataannya yang satu dapat diterima dan yang lain tidak.

"Kita harus membela perjuangan Rakyat Palestina dan juga mendukung kesepakatan dengan Exxon." (Exxon adalah pendukung zionisme yang berarti melawan perjuangan rakyat Palestina)

"Apakah anda sudah berhenti mencuri?" (Sebenarnya ada dua pertanyaan, apakah anda mencuri dan apakah anda berhenti. Jawaban ya akan membuat Anda mengaku pernah menjadi pencuri, jawaban tidak akan membuat Anda mengaku masih menjadi pencuri)

- Permohonan-permohonan

1. Pemaksaan

"Kalo anda nggak setuju, kami akan memecat anda."

"Kalo nggak mau taat, anda akan kami keluarkan."

"Jangan menuntut bantuan rekonstruksi seutuhnya. Bisa-bisa anda tidak mendapat sama sekali."

2. Memelas

Menunjukkan kesusahan dan penderitaan untuk mendukung pernyataannya.

"Kita sudah bersusah payah mengerahkan segala tenaga, kerja keras, banting tulang, bahkan utangnya pun banyak pula. Mengapa anda sekejam itu mengatakan keputusan kami salah?"

"Pak, tolong terima saja. Saya sedang butuh uang nih."

"Jilbab itu tidak wajib. Kasihan dong mereka-mereka yang iklan lotion"

3. Appeal to Consequences (bhs Indonesianya: ?) mengacu pada akibat yg tidak pasti terjadi

Menunjukkan bahwa akibat yang tidak diinginkan akan terjadi jika kita tidak mempercayai sesuatu.

"Anda harus percaya kalo Tuhan itu ada, kalo ndak hidup ini jadi tidak berarti"

"Anda tidak bisa percaya evolusi itu benar. Soalnya, kita jadi tidak lebih baik dari kera."

"Anda tidak bisa percaya pada Islam. Kalo tidak, kebebasan anda sebagai wanita akan sangat dikekang."

"Rokok itu tidak haram. Kalo rokok itu diharamkan, maka industri Indonesia akan kolaps."

4. Bahasa yang tidak netral

Mengaitkan kebaikan dan moral pada suatu pernyataan.

"Muslim yang baik pilih PKS."

"Orang pintar minum tolak angin."

"Orang bijak taat pajak."

5. Daya tarik Popularitas

Suatu pernyataan dianggap benar karena pernyataan tersebut disetujui oleh beberapa (biasanya kalangan atas) golongan masyarakat.

"Teman-teman kita semua banyak yang milih PKS. Kamu mau khan milih PKS?"

"Banyak orang milih Simpati. Kenapa harus beda?"

"Loh para menteri-menteri dan anggota dewan aja banyak yang korupsi. Kenapa saya tidak boleh?"

- Mengubah Subjek pembicaraan

1. Menyerang orang

Menyerang orang yang membawakan argumen, bukan argumen itu sendiri.

"Lha dokter saja merokok, kok saya nggak boleh ngrokok" (tu quoqe)

"Sebelum ngomong tentang syari’at Islam, istri dulu tuh dijilbabin." (tu quoqe)

"Kamu kok mengkritik mentor yang pacaran? Lha anda sendiri memangnya lebih baik dari dia" (abusive)

"Kamu kok berani-beraninya ngritik ustadz sih. Jasa kamu terhadap jama’ah tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dia." (abusive)

"Ngapain kamu ngritik saya ngrokok, lha kamu sendiri masih pacaran gitu kok." (abusive)

"Terang aja anggota Dewan setuju kenaikan BBM, mereka khan tidak merasakan." (circumstantial)

"Mudah saja bagi anda tidak setuju pacaran, wong anda belum pernah pacaran." (circumstantial)

2. Otoritas yang tidak tepat.

Mengutip orang yang tidak tepat:

- Seorang ahli, tapi bukan ahli pada masalah itu.

- Jauh lebih banyak ahli yang tidak setuju dengan masalah itu (ahli pencilan)

- Ahli tersebut tidak sedang serius ketika mengucapkannya.

- Gosip (mengandalkan pada sumber tangan kedua atau tangan ketiga)

"Teman saya lihat di TV katanya Pak Nurmahmudi melakukan banyak pelanggaran di Depok." (gossip)

"Syaikh Shalih Al-Utsaimin telah memfatwakan bahwa matahari mengelilingi bumi." (bukan ahlinya)

"Quraisy Shihab telah membolehkan wanita tidak berjilbab" (tidak semua ulama setuju hal ini)

Dr. Harwin mengatakan bahwa energi itu sama dengan uang.” (sedang bercanda dengan mahasiswanya)

3. Otoritas tak dikenal

Sumber otoritas tidak disebutkan identitasnya. Dengan begini, sumber tidak bisa dilacak untuk dicek ulang.

"Dengar-dengar anggota dewan kita ada yang korupsi ya?" (siapa yang menyatakan hal itu?)

"Ada ulama yang menghalalkan musik." (siapa ulamanya?)

"Seorang ahli geologi mengatakan gempa di Jogja adalah akibat percobaan nuklir." (ahli itu siapa?)

"Banyak ahli mengatakan ekonomi Indonesia akan kolaps dalam beberapa tahun." (siapa ahli-ahli itu?)

4. Gaya dibanding Substansi

"Kampanye PKS simpatik. Mari kita pilih mereka" (kampanye simpatik bukan ukuran untuk menentukan pilihan dalam pemilu)

"Dia tampak sangat percaya diri dengan perkataannya. Masyarakat terpesona olehnya. Pasti yang dia katakan benar." (percaya diri bukan jaminan kebenaran perkataan seseorang)

"Dia sopan sekali ketika berbicara. Masa sih yang dia katakan salah?" (kesopanan tidak membuat sipembicara bebas dari kesalahan)

Created by Wijaya Adhisurya, revised by Gunawan Prasetya, posted by Agung Permana

Apa Yaa…

November 22nd, 2006 by permanathegreat

APA YAA…

Di sebuah ruang kelas, para mahasisawa sedang mengikuti mata kuliah Filosofi. Profesor yang mengajar mencoba melemparkan topik diskusi tentang Tuhan. "Ada yang pernah melihat Tuhan?" tanya si profesor. Semua diam tak menjawab. "Ada yang pernah mendengar Tuhan bersuara?" si profesor bertanya lagi. Kali ini pun tak ada yang menyahut. "Ada yang pernah menyentuh Tuhan?" tanya profesor. Semua diam. "Kesimpulannya tidak ada Tuhan," kata profesor senang. Terdengar gumaman protes, sampai akhirnya seorang mahasiswa berdiri dan bertanya, "Ada yang pernah melihat otak Pak Profesor?" Tak ada jawaban. "Ada yang pernah mendengar otak Pak Profesor?" Tak seorang pun menjawab. "Ada yang pernah menyentuh otak Pak Profesor?" Sekali lagi hening. "Kesimpulannya Pak Profesor tidak punya otak," kata si mahasiswa. Mungkin sebagian dari anda pernah membaca joke diatas. Setidaknya ada dua pelajaran penting yang bisa diambil dari joke diatas: 1.Kita tidak bisa menafikan/menganggap tidak ada sesuatu yang tidak bisa kita indra. Alasannya? Penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan pengecap kita sangatlah terbatas. Kita hanya bisa melihat sesuatu yang memantulkan spektrum cahaya tampak, melihat sinar infra merah pun kita tak bisa. Pendengaran kita hanya bisa mendengar bunyi dengan frekuensi 20-20000 Hertz, diluar itu kita tak tahu apa-apa. Bukti yang mudah adalah fenomena sinar gamma, sinar dengan panjang gelombang terpendek dan bersifat merusak. Sinar gamma massanya sangat kecil, bahkan bisa dianggap nol. Namun para ilmuan mempercayai adanya sinar gamma tersebut meskipun tak pernah melihatnya karena efek yang ditimbulkannya. Analogi yang serupa bisa kita gunakan untuk mengetahui keberadaan Tuhan, kita tak bisa melihat, mendengar, dan menyentuh Tuhan, namun kita bisa merasakan keberadaan Tuhan melalui segala sesuatu yang ada di alam ini. Keteraturan alam semesta dengan presisi yang luar biasa, keanekaragaman makhluk hidup,dll merupakan bukti-bukti tak terbantahkan adanya Tuhan (untuk lebih detailnya silakan baca buku-buku karya Pak Adnan Oktar). Kita bisa mencontoh kisah Nabi Ibrahim ketika mencari Tuhan yang sebenarnya. Semula dia mengira bahwa benda-benda angkasa itulah Tuhan, namun setelah berpikir secara jernih dia akhirnya menenukan jawaban bahwa sebenarnya Tuhan itu adalah yang menciptakan dan mengatur benda-benda angkasa tersebut. Bisa dikatakan, media utama dan pertama yang diberikan oleh Tuhan (Allah SWT) untuk memperkenalkan dirinya kepada manusia adalah akal. Tanpa akal manusia mustahil bisa mengenal Tuhannya. Jadi, saya termasuk orang yang setuju bahwa beriman itu pertama kali harus menggunakan akal baru kemudian hati mendukung dan menguatkannya. 2.Jangan terjebak oleh kesombongan akademik. Dalam pelajaran metodologi penelitian, ada istilah yang dikenal sebagai ”inuity of ideology”, semakin tua/tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka dia kan semakin sulit untuk menerima nasihat dan saran. Apalagi jika nasihat itu berasal dari orang yang dianggap lebih rendah kecerdasan atau tingakat pendidikannya. Hal ini tak hanya berlaku bagi profesor, kita yang mahasiswa tingkat akhir, atau sarjana baru mungkin sering merasakan hal demikian. Kita tak kan rela jika ada orang yang berpendidikan lebih rendah daripada kita menegur atau menasihati kita. Kasarannya seperti ini: Lho, kowe sapa, kok wani-wanine nuturi aku. Aku ki sarjana, wong pinter, kowe sing lulusan SMP kok wani-wanine nuturi aku! Demikian juga untuk faktor umur, orang yang lebih tua akan sulit menerima saran dari seseorang yang lebih muda. Coba bandingkan, sulit mana membenarkan kesalahan orang tua dengan kesalahan anak-anak? Semakin tinggi ilmu seseorang seharusnya dia semakin menyadari bahwa begitu kecilnya dirinya dibandingkan dengan ilmu Tuhan. Jadi jika ada seorang yang titelnya Profesor namun tidak percaya Tuhan alias atheis ya nuwun sewu, sebenarnya dia lebih bodoh dari seorang anak SD. Dia hanya diliputi kesombongan akademik pribadinya Dia merasa pintar, mengagung-agungkan rasio dan logika, padahal dia sebenarnya mengingkari rasionya, karena fitrah setiap manusia adalah mengakui dan membutuhkan adanya Tuhan. Semoga kita terhindar dari sifat tersebut.

Comeback

November 9th, 2006 by permanathegreat

Assalamualaikum wr wb

Setelah menjalani "sabbatical" selama hampir satu bulan, akhirnya saya mengupdate kembali blog ini. Mohon maaf, saya belum bisa menambahi artikel yang baru, karena ada beberapa kendala selama masa liburan yang tidak memungkinkan saya menulis. Mungkin minggu depan baru bisa dimunculkan artikel baru. Maturnuwun…….

Where’s Timbuktu

October 14th, 2006 by permanathegreat

Where’s Timbuktu

Once upon, a time in Jatisrono…..saya mendengar teman-teman KKN saya menyebut kata Timbuktu. Mereka berkata, "Woo, nèk macem-macem tak buang nang Timbuktu kowé!" Kalau anda penggemar komik Donal Bebek, anda pasti juga sering membaca kisahnya Si Donal yang sering dikejar-kejar Paman Gober untuk membayar hutangnya. Biasanya Donal melarikan diri ke suatu kota yang sangat jauh, dan seringkali kota pengasingannya itu bernama…..Timbuktu!

Ya, Timbuktu memang sering diasosiasikan sebagai suatu daerah yang sangat jauh, terpencil,dan kurang berperadaban. Timbuktu juga dijadikan metafora bagi orang barat untuk menyebut suatu daerah yang jauh dan eksotik. "From here to Timbuktu" begitu kata mereka. Sebenarnya dimana sih letaknya Timbuktu itu?

Timbuktu, Timbuctoo, atau Tombouctou (orang Prancis bilang) adalah sebuah kota di Gurun Sahara, tepatnya di bagian tengah sebuah negara landlocked (tak berlaut) bernama Mali di Afrika Barat. Kota ini menjadi begitu terkenal karena merupakan kota perdagangan klasik yang menghubungkan jalur perdagangan Bangsa Arab dan Berber di utara dengan Bangsa Tuareg dan Fulani di selatan, atau yang terkenal dengan Trans Sahara. Komoditi utama perdagangan disini adalah emas, gading, garam dan budak. Timbuktu menjadi lebih populer juga karena letaknya yang berdekatan dengan Sungai Niger, jalur perdagangan air utama di Afrika Barat. Bisa dikatakan, jalur perdagangan di Timbuktu sepopuler jalur sutera di Cina. Cuma mungkin namanya bukan "Silk Road", tapi "Gold Road" atau "Ivory Road".

Kota ini didirikan pada awal abad sepuluh. Penduduk aslinya adalah Bangsa Tuareg. Asal kata Timbuktu juga berasal dari bahasa Tuareg. Konon katanya dulu ada seorang perempuan Tuareg bernama Buktu yang menggali sumur di lokasi yang kini menjadi kota tersebut. Timbuktu secara harfiah berarti Buktu’s Well atau Sumurnya Buktu (tim=well=sumur).

Timbuktu

mulai menjadi kota yang berperadaban semenjak Islam memasukinya pada akhir abad ke sepuluh Masehi. Peradaban Islam memberikan banyak pencerahan dan kemajuan bagi penduduk lokal, termasuk dalam bidang perdagangan, kebudayaan, dan pendidikan. Khusus untuk bidang pendidikan, kota ini menjadi pusat pendidikan Islam di Afrika Barat dengan didirikannya Universitas (Madrasah) Sankore pada tahun 989 M. Universitas ini memiliki beberapa bagian yang masing-masing dipimpin oleh seorang Imam. Para Imam ini yang mengajar langsung para siswa di serambi Masjid Sankore. Salah satu Imam Sankore yang paling terkenal adalah Ahmed Baba. Universitas ini menitikberatkan pendidikan pada ilmu Agama Islam, terutama pemahaman Qur’an. Namun selain itu mereka juga mempelajari tentang logika, astronomi dan sejarah.

Kebudayaan di Timbuktu mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-16. Perpustakaan di Timbuktu memuat ribuan manuskrip yang berisi berbagai ilmu pengetahuan tingkat tinggi. Begitu tingginya peradaban di kota ini hingga ada sebuah pemeo yang berbunyi, "walaupun garam berasal dari utara dan emas dari selatan, namun kebijaksanaan dan Ketuhanan berasal dari Timbuktu".

Kota ini mulai mengalami kemunduran sejak datangnya Bangsa kolonial Eropa semacam Prancis dan Portugal di awal abad 17. Semenjak itu pula banyak manuskrip yang disembunyikan ditempat-tempat rahasia, seperti di dalam gua, dan dikubur di padang pasir karena banyaknya hasil kebudayan lokal yang diangkut ke Eropa. Saat ini Timbuktu seolah berada di titik nadir dari sejarahnya. Tak ada lagi pusat pendidikan dan kebudayaan dan pendidikan, yang ada hanyalah sebuah kota miskin yang mencoba mengenang romantisme masa lalu dan mencoba bertahan dari ekspansi intensif Gurun Sahara. Daya tarik kota ini tinggal sisa-sisa kebudayaan abad pertengahan mereka, sekaligus sebagai objek turisme andalan Mali. Hiburan bagi Timbuktu adalah dijadikannya kota ini sebagai ‘UNESCO World Heritage Site’ sejak tahun 1988.

Kisah Timbuktu seolah melengkapi fenomena kemunduran Islam semenjak menguasai dunia beberapa abad yang lalu. Ketika kita berjaya, seluruh dunia mengacu kepada Islam. Ketika kita tumbang, seluruh jasa dan peninggalan Islam seolah dihapus secara paksa dari catatan sejarah. Mungkin ada benarnya ungkapan di dunia olahraga "Mempertahankan gelar juara lebih sulit daripada merebut gelar juara". Semasa menjadi "The Champion", kita gagal mempertahankan dominasi kita dan kalah ditangan sang penantang Barat. Saat ini posisi terbalik, kita bertindak sebagai "The Contender" yang siap bertarung dan merebut tahta dari Barat. Sebagai penantang, kita membutuhkan persiapan dan strategi yang baik, karena kejayaan tidak bisa diperoleh secara instan (emang mie…?). Perjuangan merebut kembali tahta memang sulit, bahkan katanya lebih sulit dari mempertahankan gelar. Oleh karena itu semboyan yang lebih tepat layaknya seperti ini: "Jawara sejati bukanlah seseorang yang tak terkalahkan, namun seorang yang bisa bangkit dari kekalahan untuk kembali meraih kejayaan" (comeback getoo…!). Jika kita bisa comeback dan sukses, kita memang layak disebut generasi Islam pilihan, Sang Jawara sejati. Namun jika kita hanya bisanya mengungkit-ungkit romantisme masa lalu tanpa berpikir progresif ke depan, ya nuwun sewu….kita bukan generasi pilihan itu. Matur nuwun kersa maos….

<

Erosion

October 11th, 2006 by permanathegreat

EROSI, APAKAH HARUS SELALU DIBASMI

Membaca tulisan salah seorang teman dalam blognya memberi saya ide untuk menulis hal ini. Rekan tersebut menulis tentang sedimentasi waduk yang disebabkan oleh erosi. Erosi disebut-sebut sebagai salah satu faktor dominan penyebab pendangkalan waduk tersebut. Apakah erosi memang selalu merugikan? Mari kita telaah.

Erosi sebenarnya tak dapat benar-benar dihilangkan, erosi hanya dapat diminimalisir dan dikendalikan. Secara umum tenaga penyebab erosi dibagi tiga yaitu oleh energi air, angin dan gletser (es), dimana yang dominan menjadi penyebab erosi di Indonesia adalah tenaga air. Berdasarkan daya rusaknya, erosi dibedakan menjadi yaitu erosi wajar, erosi geologi, erosi dipercepat dan erosi potensial. Erosi potensial, dipercepat dan wajar bersifat merusak, mengikis tanah dan batuan dan mengakibatkan rusaknya tataguna lahan seperti sawah, ladang, maupun permukiman penduduk, serta mengakibatkan pendangkalan sungai. Erosi geologi adalah erosi alami dimana laju erosi seimbang dengan laju pembentukan tanah. Erosi ini mutlak diperlukan untuk proses pembentukan tanah (soil) dan penyebaran tanah. Jangan lupa, tanah terbentuk akibat dari proses pelapukan dan erosi batuan. Pelapukan disebabkan oleh faktor fisik, kimia, dan biologi. Di daerah dengan batuan yang solid, erosi mutlak diperlukan untuk proses pembentukan tanah, jika tidak ada tanah maka takkan ada lahan pertanian sumber pangan warga (emang mau bertani diatas batu?). Jadi dapat dikatakan erosi (oleh air hujan) disamping dapat mengangkut tanah dan mengendapkannya di sungai atau waduk juga sebagai sarana pembentukan tanah itu sendiri. Jika tak ada erosi, maka kemungkinan akan sangat sedikit tanah yang menjadi lahan pertanian, dan persebarannya pun tidak merata.

Erosi juga dapat membentuk roman muka bumi menjadi lebih artistik dan bervariasi. Gumuk pasir di Parangtritis terbentuk oleh erosi angin. Grand Canyon terbentuk oleh erosi intensif Sungai Colorado. Dengan erosi tebing sungai itu juga kita dapat mengetahui dan mempelajari sejarah bumi ini sejak jutaan tahun yang lalu. Sebagai catatan lapisan sedimen di Grand Canyon merupakan salah satu yang paling lengkap mulai zaman Pra Tersier (lebih dari 65 juta tahun yang lalu) hingga saat ini, seperti membaca kisah ”kehidupan” bumi dan makhluk yang menghuninya sejak dulu kala. Di tempat itu juga ditemukan ribuan jenis fosil termasuk fosil dinosaurus.

Di dunia perminyakan, adanya fenomena bidang erosi pada ketidakselarasan batuan dapat juga mengindikasikan beberapa hal seperti berhentinya pengendapan selama selang waktu tertentu, adanya proses tektonik, dll. Studi lebih lanjut mengenai hal dapat menghasilkan analisis mengenai lokasi reservoar minyak yang potensial.

Sebenarnya sudah banyak usaha manusia untuk mencegah dan mengurangi erosi. Tipe-tipe usaha penanggulangan erosi ini disesuaikan dengan tipikal daerah tersebut, mencakup jenis tanah, jenis batuan, jenis tanaman penutup, kemiringan lereng, curah hujan, panjang lereng, dll. Misalnya untuk daerah yang relatif datar, dan sedikit lahan pertaniannya, maka dibuat saluran bervegetasi untuk mengurangi erosi. Untuk lahan pertanian di lereng, bisa dibuat contour cropping alias menanam berdasarkan garis kontur, bisa dibuat teras bangku, teras lebar, guludan, rorak, earth embankment dll. Cara yang lebih sederhana bisa dilakukan dengan pengolahan tanah (memperbesar kemampuan infiltrasi tanah), perbaikan saluran irigasi, atau dengan sistem rotasi tanam.

Para insinyur pun sudah mengembangkan metode perhitungan erosi dengan RUSLE (Revised Universal Soil Loss Equations) yang mencakup faktor air hujan, faktor pengelolaan tanah, kelerengan, dan campur tangan manusia.

Anehnya saat ini erosi sudah merambah keluar dunia ilmu kebumian, dirinya telah mengontaminasi manusia melalui kebiasaan-kebiasaan jelek. Mau contoh? Banyak! Ada hobi mengerosi anggaran dari atasan (korupsi). Mengerosi dana bantuan untuk korban gempa (korupsi juga). Mengerosi rakaat sholat (wah ini sih sesat!). Mengerosi harta  orang lain (bisa berupa riba), dll. Semua itu menjurus ke satu hal, yaitu erosi moralitas dan iman! Nah, kalau yang ini harus diberantas, tak boleh disisakan sedikit pun. Kalau erosi betulan bisa dihitung dengan RUSLE, maka erosi yang satu ini harus dikendalikan dengan RUMLE (Revised Universal Morality Loss Equations). Parameternya jelas, yaitu kejujuran, pergaulan, akhlak, juga peribadahan. Kalau nilai RUMLE anda tinggi…wah gawat itu! Segera perbaiki dan bentengi diri anda dengan teras iman, guludan akhlak mulia, dan teman-teman yang sholeh sebagai earth embankment. Semoga diri kita terhindar dari erosi yang membahayakan itu…..

Original by Koetjinx Loetjoe

Bantul, 11 Oktober 2006

21.55 WIB

About this blog

October 8th, 2006 by permanathegreat

 

About this blog

Setelah beberapa tulisan saya post kan di blog ini, sepertinya perlu bagi saya untuk menulis semacam introducing atau perkenalan tentang blog ini (seharusnya dari awal ya?!). Blog ini saya buat atas desakan dari beberapa rekan dekat saya. Kebetulan beberapa teman tersebut adalah penulis-penulis handal yang telah menelurkan sejumlah karya tulis (cerpen) dan telah dicetak oleh penerbit. Mereka rata-rata berkomentar, ”Gung, jangan cuma bisa jadi komentator, sekali-kali kamu nulis dan gantian kami yang mengomentari!” Wah, tantangan baru nih, pikirku. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog ini sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan menulis saya, sebagai ajang aktualisasi diri dan sekaligus sebagai media bertukar pendapat dan pengetahuan dengan teman-teman. Blog ini saya bagi atas beberapa katagori seperti Opinion, Geo Engineering, Sports, dan Religion, dimana pembagiannya saya sesuaikan dengan isi tulisan tersebut. Untuk sementara ini jangan meminta saya untuk menulis sebuah cerita/fiksi ilmiah, saya belum bisa. Saya lebih suka menulis sesuatu tema baru dari sejumlah referensi ilmiah, atau mengangkat topik yang jarang dikupas berdasarkan fakta, data, maupun pengalaman pribadi. Ya, semacam karya referat lah…Untuk karya yang lebih mendalam cukuplah nanti di skripsi, tesis, atau desertasi saya…he he…(doakan ya!). Blog ini terbuka bagi komentar semua orang, disini tak ada istilah ”Take it or leave it” atau dalam bahasa Jawa ”Gelem ya ngéné, ra gelem ya wis!” Semua komentar akan saya terima, seburuk apapun itu, asalkan isinya tidak menghina pribadi saya atau orang lain (attacking person), serta tidak melecehkan SARA. Thank u…grazie….

The Golden Era

October 8th, 2006 by permanathegreat

The Golden Era of Motorcycle

Anda pecinta GP 500 (sekarang bernama motoGP)? Kalau anda pecinta olahraga tersebut anda pasti tidak asing dengan nama-nama seperti Michael Doohan, Kevin Schwantz, Wayne Rainey, Eddie Lawson, Wayne Gardner, Freddie Spencer, dan Randy Mamola. Mengapa saya menyebut nama-nama tersebut? Ketujuh nama tersebut mewakili suatu generasi terhebat dalam sejarah GP 500 atau yang biasa disebut sebagai The Golden Era of Motorcycle. Era ini berlangsung dari medio dekade 80-an hingga medio 90-an. Mengapa dekade ini disebut sebagai the golden era?

Hal ini tak lain dan tak bukan disebabkan oleh berkumpulnya sejumlah besar pembalap dengan talenta-talenta luar biasa yang menciptakan kompetisi memperebutkan gelar juara dunia yang sangat ketat dan aksi-aksi spektakuler di lintasan yang memukau penonton. Era ini dimulai dengan kemunculan dua koboi Amerika yaitu Freddie Spencer dan Eddie Lawson dilintasan balap pada tahun 1983. Mereka langsung merajai arena balap GP 500. Spencer yang dijuluki ”Fast Freddie” merebut gelar pertamanya tahun itu dalam pertarungan super ketat melawan juara dunia tiga kali Kenny Roberts dengan selisih akhir cuma dua poin (144 dan 142), sekaligus mencatat rekor sebagai pembalap termuda yang menjadi juara GP 500. Tahun berikutnya giliran Lawson yang berjaya diatas Yamahanya, sementara Spencer menduduki posisi ke empat. Musim selanjutnya Spencer kembali merebut mahkotanya sekaligus juga menjuarai GP 250 di tahun yang sama.Wow…Kemudian muncul lima kompetitor baru dengan kemampuan setara, mereka adalah trio ”Yankees” Wayne Rainey, Kevin Schwantz, dan Randy Mamola serta dua orang ”Kanguru Australia” bernama Wayne Gardner dan Michael Doohan. Kemunculan lima orang ini menambah ketatnya persaingan di sirkuit. Masing-masing pembalap menjadi ikon bagi pabrikan motor yang dikendarainya,m asing-amsing juga mempunyai julukan dan gaya membalap yang berbeda. Eddie Lawson dikenal sebagai ”Steady Eddie” karena konsistensinya dalam membalap. Wayne Rainey dikenal sebagai petarung yang halus, berkebalikan dengan Kevin Schwantz dan Randy Mamola yang terkesan ugal-ugalan dan sangat berani memacu motornya. Michael Doohan dikenal sebagai pembalap yang sabar menungu lawannya lengah.

Semula Eddie Lawson seolah tak ada tandingannya semenjak pensiunnya Freddie Spencer akibat cedera berkepanjangan. Namun, munculnya lima kompetitor ini mengubah peta persaingan. Wayne Gardner di atas Hondanya mematahkan dominasi Lawson tahun 1987, namun Lawson bangkit dan merebut juara tahun berikutnya. Kepindahannya ke Honda tahun 1989 membuat persaingan semakin menarik, kini Wayne Rainey diatas Yamahanya yang mulai berjaya, bersama Kevin Schwantz dan Michael Doohan mereka bergantian menjuarai lomba. Era Emas ini berakhir tahun 1998, saat terakhir kali Michael Doohan menjadi juara dunia untuk yang ke lima kalinya. Sebelumnya Kevin Schwantz mundur tahun 1995 dan Wayne Rainey pensiun tahun 1993.

Dari era emas ini ada beberapa anekdot dan fakta yang menarik, diantaranya berikut ini:

1. GP 500 pertama kali diprakarsai dan diselenggarakan di benua Eropa, namun ke tujuh pembalap di Golden Era semuanya berasal dari luar eropa (Amerika Serikat dan Australia), tercatat mulai tahun 1983-1998 tak ada pembalap Eropa yang menjadi juara dunia. Pembalap Eropa terakhir yang menjadi juara adalah Franco Uncini (Italia) bersama Suzuki tahun 1982 sebelum kembali dimenangkan oleh Alex Criville (Spanyol) tahun 1999.

2. Ketujuh pembalap tersebut masing-masing menjadi ikon pabrikan motornya masing-masing. Lawson dan Rainey untuk Yamaha, Spencer, Doohan dan Gardner untuk Honda, serta Schwantz untuk Suzuki. Ketiga pabrikan Jepang tersebut membagi gelar juara dengan rincian Honda 9 kali (1983, 1985, 1987, 1989, 1994, 1995, 1996, 1997, 1998) , Yamaha 6 kali (1984, 1986, 1988, 1990, 1991, 1992), dan Suzuki 1 kali (1993). Hanya seorang pembalap yang mampu menjadi juara di dua motor yang berbeda, yaitu Eddie Lawson tahun 1988 bersama Yamaha dan 1989 bersama Honda.

3. Hanya satu dari ketujuh pembalap tersebut yang tidak kebagian ”kue” juara dunia, yaitu Randy Mamola. Lainnya membagi-bagi gelar juara dengan rincian: Freddie Spencer 2 kali (1983 dan 1985), Eddie Lawson 4 kali (1984, 1986, 1988, 1989), Wayne Gardner 1 kali (1987), Wayne Rainey 3 kali (1990, 1991, 1992), Kevin Schwantz 1 kali (1993) dan Michael Doohan 5 kali (1994-1998)

4. Sebagian besar dari ketujuh pembalap tersebut mengakhiri kariernya karena cedera. Spencer pensiun dini setelah juara untuk kedua kalinya akibat kelelahan fisik luar biasa setelah bertarung untuk dua kejuaraan dalam satu musim. Rainey pensiun tahun 1993 akibat kecelakaan fatal di GP Misano yang mengakibatkan kelumpuhannya. Schwantz pensiun tahun 1995 setelah cedera berkepanjangan. Doohan pensiun tahun 1999 juga karena cedera. Sebelumnya dia juga sempat cedera parah tahun 1992 yang mengakibatkan kakinya hampir saja diamputasi. Jika hal itu terjadi mungkin kita tak akan pernah mengenal ada juara dunia lima kali bernama Michael Doohan.

5. Sejumlah rekor-rekor telah ditorehkan oleh pembalap-pembalap ini:

Spencer adalah juara dunia termuda GP 500 di usia 22 tahun pada tahun 1983. Dia juga menjadi pembalap kedua setelah Giacomo Agostini yang mampu menjuarai dua kejuaraan berbeda dalam 1 musim (500 cc dan 250 cc tahun 1985). Lawson menjadi pembalap pertama yang menjadi juara dunia 2 kali berturut-turut dengan motor berbeda (Yamaha tahun 1988 dan Honda tahun 1989). Doohan menjadi pembalap pertama yang mampu juara dunia dengan kondisi fisik tak sempurna. Karena kaki kanannya tak mampu menekan rem (akibat cedera parah), maka rem belakang motornya dipindah dengan tombol di tangan kiri.

Kini balap Moto GP lebih banyak didominasi oleh seorang pembalap bernama Valentino Rossi. Tanpa mengurangi respek terhadapnya, saya kira dominasi Rossi disebabkan oleh kurangnya rival yang sekualitas dalam kemampuan membalap. Rossi bisa dibilang beruntung, dia masuk ke GP 500 tahun 2000 ketika era emas telah berlalu (Doohan pensiun tahun 1999), ditambah lagi dia didukung oleh mesin dan motor yang handal (Honda) di awal kariernya. Jika dia lahir 15 tahun lebih dahulu mungkin dia tidak akan mendominasi seperti saat ini, dan mungkin akan menambah satu nama dalam daftar pembalap hebat di Era Emas. Sekaligus memasukkan unsur Eropa yang hilang di era ini he he he…

Saat ini yang kita mengharapkan Doni Tata bisa berprestasi bagus di ajang balap 250 cc tahun depan (kalau jadi) dan megharumkan nama Indonesia di ajang olahraga otomotif tersebut. Bisa jadi beberapa tahun mendatang akan muncul ”The 2nd Golden Era” di Moto GP dengan Doni Tata termasuk sabagai salah satu ikonnya. Amiiiennn…

Mixed from many references and my own knowledges

Cryptozoology

October 6th, 2006 by permanathegreat

Mokele Mbembe

Suka fiksi ilmiah? Yang ini bukan fiksi tapi suatu wacana yang perlu dibuktikan kebenarannya, terutama bagi anda yang suka dengan dunia binatang.Dalam ilmu pengetahuan, ada cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk-makhluk setengah mitos yang perlu masih dibuktikan kebenaran ilmiahnya. Cabang ilmu ini disebut Cryptozoology. Hewan-hewan atau makhluk yang dipelajari disini semacam Monster Loch Ness di Skotlandia, Yeti di Himalaya, Big Foot di Amerika Utara, Big Foot di Kalimantan, putri duyung, dll.Nah, yang akan dikupas disini adalah tentang Mokele Mbembe, hewan besar seperti dinosaurus di pedalaman Afrika.

Mokele Mbembe, secara harfiah, dalam bahasa lokal berarti ‘makhluk yang dapat menghentikan aliran sungai’.Wah, kalo membaca maknanya kayaknya terbayang besarnya ukuran hewan tersebut. Mokele Mbembe hidup di pedalaman hutan tropis Afrika, yang mencakup negara Kamerun, Kongo, dan Gabon. Makhluk ini tinggal di di rawa-rawa dan danau di sekitar tempat tinggal bangsa Pygmee.Kisah pertama kali tentang hewan ini muncul ketika pada dekade 60-an. Seorang Pastor bernama Eugene P. Thomas yang tinggal bersama suku Pygmee menceritakan tentang keberhasilan penduduk lokal membunuh hewan aneh berukuran sebesar gajah yang sering mengganggu perburuan ikan mereka. Buruan besar tersebut kemudian dimasak untuk hidangan pesta kemenangan. Anehnya semua penduduk yang makan daging hewan tersebut beberapa hari kemudian tewas, entah karena dagingnya beracun, bumbunya beracun, atau tempat masak yang kurang higienis…Yang pasti bukan karena kutukan hewan tersebut he he he..

Secara deskriptif, penduduk yang ‘mengaku’ pernah melihatnya menggambarkan hewan ini sebagai makhluk sebesar gajah, panjang leher antara 1,6-3,3 m, panjang ekor 1,6-3,3 m, total panjang bisa mencapai 20 m. Hewan ini punya semacam jengger yang memanjang dibelakang kepalanya berbentuk seperti sisir, juga memiliki tanduk. Warna kulitnya abu-abu kecoklatan.Berkaki empat dengan tiga jari berkuku. Bentuk kakinya bundar sepanjang 30-90 cm. Hewan ini herbivora, makanannya rumput-rumput rawa.Setelah membaca ini saya membayangkan bentuk hewan ini kok mirip stegosaurus?jangan-jangan…inilah rantai evolusi yang hilang…he he…

Semenjak itu, mulai dilakukan ekspedisi untuk membuktikan kebenaran adanya hewan tersebut, yang pertama terjadi tahun 1985 dan yang kedua tahun 1992. Bil Gibbons, pemimpin ekspedisi trsebut telah mewawancarai sejumlah saksi mata di sekitar daerah tersebut. Namun, mereka rat-rata menolak untuk menunjukkan tempat persisnya mereka melihat hewan tersebut, sehingga sampai kini tidak ada dokumentasi nyata tentang wujud si Mokele. Mungkin mereka takut akan ‘kutukan’makhluk tersebut yang menimpa para pendahulunya 20 tahun sebelumnya.

Sampai sekarang makhluk tersebut masih diselimuti mitos bagi warga sekitar. Mungkin jadi para ibu menggunakan nama hewan tersebut untuk menakut-nakuti anaknya.”Le, nek dolan aja bali mbengi-mbengi, mengko ndhak dipangan mokele mbembe!”begitu kira-kira terjemahannya dalam Bahasa Jawa.

Oya, hewan ini punya banyak alias, seperti Emela-ntouka, Mbielu-mbielu-mbielu, dan Nguma-monene.

Trivia quiz:

Apa persamaan antara Claude Makelele dengan Mokele Mbembe?

Jawaban:

Sama-sama dari Kamerun….:)

Disadur dari berbagai sumber

Amare non est pecatum

October 5th, 2006 by permanathegreat

            Cinta = Bus

            Sebuah bis datang, dan kau bilang "wah… terlalu
            penuh, nggak bisa duduk nih! Aku nunggu bis
            berikutnya saja"

            Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan
            berkata,"Aduh bisnya sudah tua dan jelek
            begini….nggak mau ah…."

            Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak
            melihatmu dan melewatimu begitu saja.
            Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong,
            kondisinya masih bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada
            AC nih, gua bisa kepanasan", maka kamu membiarkan
            bis ketiga pergi.

            Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu
            bisa terlambat pergi kerja. Ketika bis kelima
            datang, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.
            Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau
            kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya
            bukan menuju kantormu!!!!

            Moral dari cerita ini, sering kali seseorang
            menunggu orang yang benar-benar "ideal" untuk menjadi pasangan
            hidupnya.
            Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan
            kita. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk
            "calon", tapi tidak ada salahnya juga memberi
            kesempatan kepada "bis" yang berhenti di depan kita
            (tentunya dengan jurusan yang kita inginkan).
            Apabila ternyata memang "bis" itu tidak cocok, kita
            masih bisa berteriak, "Kiri" dan keluar dari bis.
            Maka memberi kesempatan pada "bis", semuanya
            bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus
            "jalan kaki menuju kantor" dalam arti meneruskan
            hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.

            Cerita ini juga berarti, kalau kita benar-benar
            menemukan bis yang "kosong, masih baru, dan ber-AC,
            dan tentunya sejurusan", kita harus berusaha sekuat
            tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk
            ke dalamnya, karena menemukan bis seperti itu adalah
            suatu berkat yang sangat berharga dan sangat berarti
            tapi tidak semua orang yang mendapatkannya.

            Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Cerita diatas saya dapat dari seorang teman. Masalah jodoh memang di tangan Allah, tetapi kalau kita tidak mengusahakannya ya tetap ditangan Allah terus…kita gak bakal dapat! Oleh karena itu yang perlu kita kembangkan saat ini adalah metode mendapatkan jodoh dengan benar dan tidak melanggar syariat, sambil terus kita memperbaiki dri sendiri.Jangan menunggu terus…ingat proporsi pria dan wanita yang semakin njomplang…!Pokoknya selamat berburu jodoh, semoga anda semua mendapatkan pasangan hidup terbaik yang bisa membawa kebahagiaan dunia dan akhirat! Amin!

Satu pesan terakhir:

Amare non est pecatum = mencintai bukanlah sebuah dosa